Minggu, 26 Februari 2017 17:04 WIB


Tips Kaki-Kaki

Utilitas Ban, Jangan Remehkan Tekanan Angin!

 Sabtu, 23 Maret 2013 10:22 WIB

Penulis : Ipunk
Foto : Boyo



Percaya atau tidak, ban pecah saat riding salah satunya disebabkan oleh kurangnya tekanan angin. Ironisnya, masalah mengisi tekanan angin ini, kerap dilupakan pengendara. Padahal, fungsinya tak cuma terhindar dari ban meledak, tetapi banyak nilai positif lain.

Ada anggapan bahwa ketika berkendara dengan muatan banyak, maka tekanan ban jangan terlalu keras. Misal, berkendara berboncengan dengan beban 1 anak dan barang. Sebab, bila tekanan makin keras, maka akan bikin ban meledak. Jadi, dibikin agak kempis aja. 

"Inilah satu hal salah kaprah. Dengan kondisi muatan banyak, malah tekanan angin di ban kudu keras. Tapi, jangan asal keras, harus sesuai rekomendasi pabrikan ban," pesan Dodiyanto, Produck Development PT Gajah Tunggal Tbk.

Mencarinya gampang. Lihat saja tulisan yang ada di sidewall atau dinding ban! Misal, di ban tertulis  Max Load 375 LBS AT 32 P.S.I. Cold. Itu artinya, ban itu mampu menahan berat maksimal sampai 375 Lbs atau sekitar 170 Kg ( 1 Lbs = + 450 gr ) pada tekanan angin 32 psi dengan kondisi ban dingin (tidak dipakai).

Mengapa menjaga tekanan angin jadi sangat penting, karena bagian ban yang paling lemah ada pada sidewall. Jadi, bila tekanan angin kurang, maka dinding akan dapat tekanan yang lebih berat dari yang dianjurkan oleh pabrikan.

Ini juga yang mengakibatkan defleksi berlebih. Benang di dinding ban kelamaan bisa putus. Akibatnya ban benjol dan kekuatan karet bundar akan turun drastis. Makin rendah tekanan ban dari seharusnya, semakin cepat pula ban rusak.

Karena ini adalah bagian terlemah, maka lambat laun akan membuat dinding ban menjadi pecah. Inilah yang membuat ban akhirnya meledak. Makanya, jarang ditemui ban yang pecah diakibatkan karena bagian tapak rusak. Hampir pasti ban pecah karena dindingnya sobek.

"Untuk melindungi sidewall, salah satu caranya ya dengan mengisi dengan tekanan angin sesuai ukuran yang tepat. Karena dengan tekan angin yang benar, beban yang diterima oleh sidewall menjadi ringan," tambah pria humoris ini.

Tekanan angin ideal juga membantu rider mendapatkan jarak pengereman yang lebih baik. Karena, kontak area permukaan dengan jalan tentunya akan lebih luas. So, daya cengkeram lebih bagus. Begitu juga dengan kestabilan. Terutama, ketika menikung. Dinding ban lebih kuat menahan gaya saat menikung.

Sidewall ban pada motor jauh lebih penting fungsinya ketimbang di mobil. Karena, motor cuma punya dua roda. Dan derajat kemiringan saat menikung pun jauh lebih lebih rendah dibanding kendaraan roda empat. Apalagi bagi mereka yang suka melakukan cornering dengan lutut menyentuh aspal. Bila tekanan angin kurang, baiknya jangan!

Dari sisi ekonomis, menjaga tekanan angin selalu dalam kondisi sesuai saran pabrikan akan membuat usia ban menjadi lebih panjang. So, ada baiknya rutin periksa tekanan angin. (motorplus-online.com) 


KOMENTAR ( 0 )

  • Silahkan Login untuk kirim komentar anda.

Terkait

Jangan Asal Ganti Baut Sensor (Bagian 2 Habis)
Permasalahan Seputar Spidometer Digital
Jangan Asal Ganti Baut Sensor (Bagian 2 Habis)

Kamis, 16 Februari 2017 05:15 WIB

Jangan Asal Ganti Baut Sensor (Bagian 1)
Permasalahan Seputar Spidometer Digital
Jangan Asal Ganti Baut Sensor (Bagian 1)

Kamis, 16 Februari 2017 05:10 WIB

Jangan Sepelekan Bracket Knalpot
Utilitas Knalpot
Jangan Sepelekan Bracket Knalpot

Rabu, 08 Februari 2017 05:10 WIB

Jangan Pakai Silicon Untuk Ban
Semir Ban
Jangan Pakai Silicon Untuk Ban

Minggu, 05 Februari 2017 11:00 WIB

Jangan Sepelekan Karet Teromol Belakang
Utilitas Teromol
Jangan Sepelekan Karet Teromol Belakang

Jumat, 03 Februari 2017 05:00 WIB

Jangan Abaikan Tekanan Angin Ban Di Motor
Tekanan Angin Ban
Jangan Abaikan Tekanan Angin Ban Di Motor

Kamis, 26 Januari 2017 05:05 WIB

Photo

Indeks

MOS

Indeks
KUNJUNGAN JORGE LORENZO KE INDONESIA
KUNJUNGAN JORGE LORENZO KE INDONESIA
KUNJUNGAN JORGE LORENZO KE INDONESIA

Kamis, 23 Februari 2017 13:51 WIB